PENDAHULUAN
Pelecehan seksual atau yang lebih parah pemerkosaan terhadap perempuan adalah kata yang biasa digunakan tindakan seseorang yang memaksa orang lain untuk berhubungan seks. Perkosaan adalah salah satu hal yang paling mengerikan terjadi pada seseorang. Hal ini tidak hanya menyakitkan dan traumatis, tetapi sulit untuk dilupakan. Pria dan wanita dapat diperkosa. Pria dan wanita bisa menjadi pemerkosa, meskipun dalam kenyataannya kebanyakan laki-laki yang memperkosa perempuan.
Pada perempuan penderitaan yang ditimbulkan cenderung permanen, misalnya keperawanan hilang, pemerkosaan pasti menyakitkan ke alat kelamin, atau bisa juga anus alias sodomi. Harap diingat, perkosaan bukan seratus persen kesalahan pelaku, tetapi situasi korban yang menyebabkan. Banyak korban perkosaan merasa sakit hati kerana pemerkosa mereka bukan orang asing, tapi seseorang yang mereka kenal, seperti, pacar, kenalan, guru atau bahkan anggota keluarga. Penanganan masalah pasca pemerkosaan agagk berbeda jika pelakunya dikenal baik oleh korban.
Artikel ini akan berkonsentrasi untuk masalah pada mereka yang telah diperkosa oleh orang asing.
BAB 2
PERMASALAHAN
Mencegah pemerkosaan sangat sulit tetapi bisa dilakukan, sulitnya karena kekuatan Anda tidak dapat mengendalikannya. Biasanya pemerkosa dalam keadaan ini emosionalnya sangat tinggi baik dari nafsu seks ataupun bahaya pembunuhan yang sewaktu-waktu bisa saja dia lakukan. Dalam keadaan ini secara fisik pemerkosa mempunyai tenaga yang sangat kuat karena didorong oleh keinginan berhubungan seks. Cobalah untuk tidak minum alkohol atau minum obat, yang dapat memperlambat reaksi Anda atau membuat Anda bertindak provokatif kepada orang lain.
Banyak hal memalukan misalnya pertanyaan sedikit konyol yang akan terjadi selama penyelidikan pemerkosaan. Tapi sebenarnya itu tidak dilakukan untuk menertawakan korban, itu dilakukan dilakukan semata-mata untuk membantu korban. Korban akan difoto, kemungkinan besar dalam keadaan telanjang, sebagai alat untuk membuktikan bahwa korban telah diserang. Anus dan alat kelamin korban pasti diperiksa untuk mengidentifikasi adanya air mani, yang menyimpan bukti DNA pelaku. Kuku korban dapat diperiksa untuk melihat apakah korban mungkin mencakar pelaku sehingga ada fragmen DNA yang tersisa dikuku korban.
BAB 3
PENUTUP
Korban harus menceritakan kisah tentang perkosaan secara berulang-ulang untuk beberapa prosedur, dan untuk memastikan bahwa korban tidak berbohong. Polisi akan memeriksa masa lalu untuk melihat profil korban. Mereka tidak melakukannya itu untuk menghina korban tetapi semata-mata untuk memastikan masalahnya. Memulihkan dari pemerkosaan adalah sama dengan pulih dari kematian mendadak, atau bencana alam. Ini akan memakan waktu lama.
Ada banyak orang, organisasi, dokter dan teman-teman yang ada harus bisa membantu korban. Korban juga harus meluangkan waktu untuk untuk mengikuti saran dokter, dan harus berusaha hidup seperti biasa sebelum peristiwa terjadi. Yang pasti adanya usaha pemulihan masih jauh lebih berharga daripada sekedar mengurung diri. Waspadalah, pemerkosa bisa datang sewaktu-waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar